Oleh-Oleh Khas Cirebon Jawa Barat

1. Rengginang

Tidak hanya menyajikan tempat-tempat wisata yang indah, Cirebon juga memiliki banyak tempat wisata kuliner terutama bagi kamu yang ingin membawa pulang makanan atau buah tangan untuk keluarga dan teman. Ada banyak sekali pilihan oleh-oleh  yang bisa kamu bawa pulang setelah liburan di Cirebon.

Salah satu yang paling banyak diburu adalah rengginang. Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Rengginang dibuat dari beras ketan pilihan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang.

Cemilan yang merakyat ini ternyata sudah dikenal oleh warga dunia loh. Tak tanggung-tangung produsen rengginang asal Desa Mulya Sari Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, H. Muhari sudah mengekspor rengginang hingga ke Timur Tengah, Korea, Thailand, bahkan hingga ke Benua Eropa yakni Belanda.

Di Kota Udang ini, rengginang dibuat dalam berbagai rasa yang bisa kamu pilih sesuai selera. Ada rasa udang, keju, hingga terasi yang rasanya cukup unik. Ukuran rengginang pun beragam, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Tertarik untuk mencicipinya? Siapkan saja uang mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000. 

2. Kerupuk Melarat

Kerupuk merupakan camilan yang biasanya diolah menggunakan minyak goreng dalam wajan. Namun ini tidak berlaku di Cirebon, Jawa Barat. Salah satu kerupuk khas Cirebon justru menggunakan pasir sebagai pengganti minyak dalam proses pengolahannya.

Karena proses pengolahan itulah, masyarakat Cirebon menyebutnya dengan sebutan kerupuk melarat. Nama kerupuk melarat sendiri lahir karena harga minyak goreng yang saat itu mahal. Tidak semua lapisan masyarakat di Cirebon pada saat itu bisa mendapatkan minyak karena harganya yang selangit. Hal tersebut yang kemudian mendorong masyarakat Cirebon membuat inovasi dengan memasak kerupuk menggunakan pasir.

Pasir yang digunakan bukan sembarang pasir, melainkan pasir pegunungan yang sudah melewati proses pengayakan. Setelah diayak, pasir kemudian dijemur untuk menghasilkan pasir yang bersih dan kering. Setelah itu, barulah pasir layak digunakan sebagai pengganti minyak.

Sesuai namanya, kerupuk ini juga dijual dengan harga yang cukup terjangkau yakni mulai dari Rp5.000 per bungkusnya.

3. Serabi

Serabi Cirebon tetap memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan daerah lain. Bentuknya yang padat membuat orang tak berhenti mengunyah. Serabi terbuat dari bahan tepung beras, parutan kelapa, dan garam. Setelah bercampur, adonan ditaruh di atas cetakan yang terbuat dari tanah liat.

Dia menjelaskan, serabi cirebon berbeda dengan yang ada di luar Cirebon seperti Bandung maupun Jawa Tengah. Rasanya yang gurih, Serabi Cirebon juga pas di lidah. Serabi Cirebon banyak dibeli masyarakat sebagai pengganti sarapan pagi. Jika hari libur, Serabi Cirebon menjadi teman setia di tengah aktivitas olahraga.

Untuk satu buah serabi cirebon orisinal dijual Rp 2000 per buah, untuk serabi dengan adonan manis gula jawa mencapai Rp 2500. Pedagang serabi tak henti mengaduk adonan dan mencetaknya sesuai pesanan.

4. Empal Gentong

Empal gentong, kuliner khas Cirebon yang terdiri dari usus, babat, dan irisan daging sapi ini tampilannya mirip dengan gulai.  Kuliner lezat ini dimasak dengan cara direbus dengan menggunakan kayu bakar di dalam gentong tanah liat selama 5 jam. Itulah mengapa masyarakat menyisipkan kata “gentong” dalam nama panganan ini.

Penggunaan gentong tanah liat sebagai alat memasak bukan tanpa alasan, yaitu supaya memperkuat rasa masakan melalui endapan bumbu di pori-pori gentong tanah liat tersebut. Demi memastikan keempukan daging, kayu bakar dari pohon asam dipilih sebagai bahan bakarnya. Dalam penyajiannya, empal gentong disajikan dengan sambal kucai dan sambal cabai kering giling.

Rumah makan empal gentong H.Apud memiliki lokasi indoor. Berkat penempatan kipas angin di sejumlah titik, hawa panas di dalam ruangan menjadi lenyap. Tersedia banyak kursi untuk menampung pengunjung. Satu porsi empal gentong dihargai Rp 25.000-Rp 30.000. Apabila Anda tidak bisa mengonsumsi makanan berkuah santan, alternatif makanan lain yang bisa dicoba disana adalah empal asem yang diracik tanpa menggunakan santan dan menggunakan blimbing wuluh, tomat, serta berbagai jenis bawang dalam campurannya.

5. Kerupuk Udang

Kerupuk sebagai pelengkap makanan utama sudah sangat akrab bagi semua keluarga di Indonesia. Tidak lengkap rasanya bila makan tanpa ditemani kerupuk. Semua lapisan masyarakat mampu membeli kerupuk karena memang kerupuk yang beredar di pasaran harga, jenis, serta rasanya sangat bervariasi. Kita tinggal menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki. Jarang diantara kita yang berfikir untuk membuat kerupuk sediri di rumah karena memang supplai kerupuk di masyarakat tidak pernah berkurang. Namun adakalanya saat kita tinggal dan menetap di luar Indonesia, kita pasti akan mulai berfikir untuk beusaha membuat kerupuk yang sesuai dengan selera kita

Kerupuk memang bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang enak harganya juga relatif terjangkau. Secara umum kerupuk adalah bahan kering yang berupa lempengan tipis yang terbuat dari bahan baku seperti ikan, kulit dan dapat juga berasal dari udang.Akan tetapi saat ini begitu banyak kerupuk yang menggunakan bahan-bahan pangawet yang tidak diizinkan atau membahayakan konsumen, seperti penggunaan boraks. Padahal untuk pembuatan semua jenis kerupuk sama sekali tidak memerlukan bahan pengawet dalam pembuatannya.

Dengan kemasan praktis ideal dinikmati bersama keluarga, teman maupun kerabat. Cocok sebagai pendamping saat makan soto, rawon, atau makanan sehari hari anda setiap hari. Terbuat dari 100% udang segar dan tepung tapioka pilihan. Diproses secara higienis tanpa bahan pengawet, harga 1 bungkus kerupuk udang Rp 20.000 dengan berat 350 gr.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started